Selasa, 19 Agustus 2008

Upacara Bendera

Niiiiiiiiihhh Koe nulis lagi sobat, n punya cerita lucu plus malu-maluin :). begini ceritanya...
Minggu, 17 Agustus 2008 adalah moment bersejarah dalam perjalanan hidup Bangsa Indonesia. Ya...dunia pun tahu akan itu. Semua kalangan menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-63 ini tanpa kecuali mulai dari pejabat hingga anak-anak kecil. Koe juga demikian. Walaupun tanggal 17 Agustus jatuh pada hari minggu, hal ini tidak membuat upacara bendera dikecematan tempat koe tinggal urung dilaksanakan. Semua orang dari berbagai unsur di kecamatan koe datang kelapangan untuk mengikuti upacara bendera, diantaranya pak dokter, buk dokter, pak guru, buk guru, siswa sd - sma, para veteran, polisi, para pejabat dilingkungan kecamatan dan yang tidak ketinggalan masyarakat disekitar. Tepat jam 8.00 Wib, kegiatan upacara mulai dilaksanakan. Saat inilah tingkah laku para peserta upacara bendera koe perhatikan. Maklum, Koe juga ikut upacara bendera sebagai salah satu wakil dari unsur guru, :).
Dimulai dari kegiatan baris berbaris para peserta upacara. Dan ternyata barisan yang mudah diatur adalah dari pihak para siswa sd sampai sma, polisi dan para peserta upacara lain kecuali barisan para pak guru dan buk guru. Aneh memang, tapi nyata. Barisan siswa mulai dari siswa sd-sma dapat diatur, dan itu diatur oleh gurunya masing-masing, eeeee..... justru barisan guru sendiri yang sulit diatur. Gimana nih pak/buk guru? Anda bisa mengatur orang lain tapi kenapa diri sendiri tak bisa diatur? hal sepele lagi, baris berbaris, piye toh pak/buk?. Para pak guru dan buk guru ini hanya rapi pada 3 barisan dari depan saja, sisanya seperti orang yang sedang ngumpul dan asyik bercerita. Mau tau cerita pak guru n buk guru sewaktu upacara bendera berlangsung? dimulai dari buk guru, mereka sibuk mengomentari alias berciloteh tentang baju seragam yang mereka pakai waktu upacara bendera, sepatu, absensi peserta upacara, dan cerita reuni dengan teman lama yang ketemu saat pelaksanaan upacara bendera. Jika sobat mendengar langsung yang mereka obrolkan pasti sobat akan geleng-geleng kepala.Nah kalau pak guru ada sibuk ngumpul diluar barisan sambil merokok, ada juga yang ikut gabung ke barisan para buk guru sambil ikut berkomentar. Yang paling heboh suaranya sewaktu penaikan bendera merah putih oleh para penggerek bendera. Ya, Koe akui mereka buat kesalahan tapi tidak fatal, namun setiap kesalahan pelaksanaan kegiatan oleh para pelaksana akan terlihat oleh peserta lainnya.Para buk guru berkomentar,"Lha kenapa menarik tali benderanya tidak serentakdan tidak seiring dengan musik?", Ada rasa malu koe sama siswa-siswa koe yang ikut kegiatan upacara ini, mereka sudah pasti melihat dan mendengar pernyataan tersebut. Kemudian lagi sewaktu pembacaan naskah Pancasila oleh bapak camat. para buk guru berkomentar lagi, " wah salah bacaan nya pak camat, nggak pake 'dan', itu yang benar!, mana ada sila ke-4 Pancasila pake 'dan'.Begitulah komentar para buk guru. Sobat bisa membayangkan betapa tidak tertibnya pelaksanaan upacara bendera karena suara ribut dari para pak guru n buk guru. Pidato dari bapak camat saja ngak kedengaran walau sudah pake microphone karena kalah oleh suara para pak guru n buk guru, dan kegiatan ngobrol ini berlangsung hingga pembacaan do'a oleh salah satu pelaksana upacara. Uniknya sewaktu pembacaan do'a semua barisan pak guru n buk guru diam dan hening sejenak hingga do'a berakhir. Giliran barisan siswa sma yang bilang 'Amiiiiiyn' keras-keras. Entah apa maksud mereka tapi barisan buk guru berkomentarl lagi, "Siapa pula yang keras-keras baca Amiiiiiyn tu?". Saat upacara berakhir, pembubaran barisan oleh komandan upacara, barisan pak guru n buk guru juga yang duluan bubar alias gak tertib buaanget.
Nah begitulah ceritanya sobat. Mudah-mudahan dari cerita singkat ini kita dapat memetik sebuah pelajaran. Jika ada kesalahan dalam menulis cerita ini Koe mohon maaf n berilah komentarnya yaaa... .Koe mohon maaf bagi pak guru n buk guru yang telah bersikap tertib dan sopan sewaktu pelaksanaan upacara bendera waktu itu, mudah-mudahan bapak n ibu tidak tersinggung dengan tulisan koe ini...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar